BOTOL SAKTI (BOTOL SAKTI)


PENULIS

  • Made Yudha Badhrika Daneswara

PENERJEMAH
  • I Made Surianta, S.Pd
ILUSTRATOR
  • Made Yudha Badhrika Daneswara
BAHASA
  • Dwibahasa (Bahasa Indonesia dan Bahasa Bali)
JENJANG PEMBACA
  • Pembaca Awal (B3)

DESKRIPSI CERITA

Yudha dan Dinar menemukan banyak sampah plastik di Pantai Delod Berawah. Mereka teringat pelajaran Bu Guru di sekolah. Apa yang akan mereka lakukan dengan sampah plastik tersebut?

  

10 komentar untuk "BOTOL SAKTI (BOTOL SAKTI)"

  1. BOTOL SAKTI
    Jumat pagi anak2 SD Delodberawah a.jalan santai bersama.Sambil jalan mereka membawa kantong plastik umtuk memungut sampah.Mereka semangat mengumpulkan sampah pelastik.Yuda kemudian bertanya kepada ibu guru,bu sampah pelastik di buang kemana?setelah sampah terkumpul,kita berkupul di halaman dan nanti ibi guru menjelaskan yg harus kita lakukan,jelas bu guru sambil tersenyum.Sampah pelastik kita bersihkan lalu dinjemur sampai kering.Kenapa sampah pelastik harus di jemur tanya Yudha.Ibu guru tersenyum.Pelastik yang sulit terurai bisa kita manfaatkan,caranya plastik di masukkan ke dalam botol bekas dan dipadatkan dan jadilah ekobrik,jelas buk guru.Murid2 heran melihat ekobrik yang di buat buk guru.wah sampah plastik bisa di buat menjadi seperti ini,seru yudha.Tidak lama kemudian bel pulangpun berbunyi.Pulang sekolah yudha mengajak dinar nanti sore bermain bola ke pantai,dinarpun setuju.Sore hari yudha dan Dinar bermain ke pantai.Tiba2 mereka berhenti bermain,terkejut melihat banyak sampah berserakan di pantai.Seketika Yudha mengajak teman2 untuk membersihkan sampah plastik tersebut.Yudha ingat kegiatan di sekolah tadi,ia mengajak teman2nya mengolah sampah plastik menjadi ekobrik.Hari senin Yudha dan Dinar menemui ibu guru untuk memperlihatkan hasil ekobrinya,ibu gurupun senang dan bangga.

    pesan moral:
    walaupun itu sebuah sampah pelastik,kita bisa mendaur ulangnya menjadi sebuah karya seni.

    BalasHapus
  2. Ni Kadek Regita Artika Cahyani
    Kelas 6
    di jumat pagi , anak - anak sadewa jalan santai bersama sambil jalan mereka membawa kantong plastik untuk memungut sampah mereka dengan semangat mengumpulkan sampah plastik ada yang memungut botol plastik , ada juga yang memungut sampah plastik yudha melihat sampah plastik yang sudah mereka kumpulkan lalu yudha bertanya , " Bu sampah ini dibuang kemana " , ibu guru pun menjawab " setelah sampah terkumpul , kita berkumpul di halaman ya nanti ibu jelaskan apa yang harus kita lakukan " bu guru sambil tersenyum , bu guru berkata " anak - anak kita bersihkan sampahnya dulu ya baru kita jemur sampai kering , yudha dan teman - temannya kebingungan dan bertanya " Bu kenapa sampah plastik harus dicuci dan dikerinagkan? " bu guru tersenyum seperti menyimpan rahasia , lalu ibu guru kata " nanti ibu guru ceritakan jawabannya " dengan senyum misterius , ibu guru pun menjawab " plastik yang sulit terurai bisa kita manfaatkan dengan dimasukan ke dalam botol bekas dan dipadatkan botol itu disebut ecobrick " , murid terheran - heran dengan ecobrick yang dibuat bu guru , yudha berkata " wah sampah ternyata sampah plastik bisa dibuat seperti ini " , tidak lama kemudian bell pulang sekolah pun berbunyi anak anak pun bersiap untuk pulang di jalan yudha mengajak dinar dan berkata " dinar , bagaimana nanti sore kita main bola di pantai? " dinar pun setuju di sore hari yudha dan dinar pun bermain bola bersama teman di pantai delod berawah , mereka berlari diatas pasir sambil menikmati suara ombak tiba tiba mereka berhenti bermain , yudha sangat terkejut melihat banyak sampah plastik berserakan di pantai seketika yudha pun mengajak teman - temannya membersihkan sampah plastik tersebut , dinar bertanya " kita sudah mengumpulkan semua sampahnya setelah ini sampahnya kita bawa kemana di sekitar pantai ini tidak ada pembuangan sampah " , semua anak terdiam yudha teringat kegiatan di sekolah tadi pagi yaitu " ecobrick " kata yudha tiba tiba , dinar bertanya " apa maksudmu? " yudha menjawab " kita bisa mengolah sampah plastik ini menjadi ecobrick seperti yang ibu guru ajarkan tadi " , yudha mengajak temannya mencuci sampah plastik dan menjemurnya hingga kering setelah sampah plastik kering , mereka membuat ecobrick bersama dengan gembira sambil bekerja mereka saling membantu dan bercanda hari senin yudha dan dinar menemui ibu guru dan dinar berkata , " bu kami membuat ecobrick dari sampah plastik yang ada di pantai delod berawah " bu guru sangat senang dan bangga,ibu guru pun berkata " ibu bangga pada kalian , kalian sudah mempraktikan apa yang diajarkan ibu " , dengan bantuan bu guru , yudha , dinar , dan teman - temannya menyusun ecobrick untuk menghias taman sekolah , mereka bekerja bersama - sama taman sekolah pun terlihat indah dan rapi
    Pesan moralnya :
    1 . Kita harus menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah
    2. kita bisa mengolah sampah plastik/bekas contohnya menjadi ecobric
    3. Kita harus saling membantu untuk menjaga lingkungan agar tetap bersih , sehat dan indah

    BalasHapus
  3. Jumat pagi anak-anak SD negeri Delodberawah jalan santai bersama sambil membawa kantong plastik untuk memungut sampah. Mereka dengan semangat memungut sampah plastik baik itu botol maupun kemasan plastik. Yudha melihat sampah plastik yang mereka kumpulkan sudah terkumpul. Ibu guru menyuruh anak-anak berkumpul di halaman akan menjelaskan apa yang akan dilakukan. Ibu guru menyuruh anak-anak untuk mencuci lalu menjemur sampah plastik tersebut hingga kering. Yudha dan teman-temannya kebingungan dan bertanya kepada ibu guru untuk apa nantinya sampah plastik ini. Lalu ibu guru menjelaskan sampah-sampah plastik itu sulit untuk terurai, jadi bisa dimanfaatkan dengan memasukkannya ke dalam botol plastik bekas, yang nantinya akan menjadi ecobrick. Murid-murid heran melihat ecobrick yang dibuat oleh bu guru. Bel pun berbunyi dan anak-anak pulang sekolah. Dalam perjalanan pulang Yuda mengajak Dinar untuk bermain bola di pantai Delodberawah sepulang sekolah. Yuda dan Dinar bermain bola di atas pasir pantai Delod berawah bersama beberapa temannya sambil menikmati suara ombak. Lalu mereka berhenti bermain karena terkejut melihat sampah-sampah plastik berserakan di pantai. Yudha dan teman-temannya membersihkan sampah plastik tersebut. Yudha dan teman-temannya bingung mau membuang sampahnya di mana. Yudha teringat kegiatan tadi pagi di sekolah untuk membuat ekobrick. Yudha mengajak teman-temannya mencuci lalu menjemur sampah-sampah tersebut sampai kering. Setelah itu Yudha membuat ecobrik bersama teman-temannya sambil bercanda dan saling membantu. Mereka tersenyum melihat hasilnya. Hari Senin pagi Yuda dan Dinar menemui ibu guru dan menceritakan apa yang mereka buat di pantai. Ibu guru bangga kepada mereka karena telah mempraktikkan apa yang telah diajarkan. Dengan bantuan ibu guru Yudha dan teman-temannya menyusun ecobrick dan menghias taman. Mereka bekerja bersama-sama. Taman sekolah pun menjadi indah dan rapi.

    BalasHapus
  4. Jumat pagi, anak anak sd negeri delodberawah melahkukan kegiatan jalan santai sambil mengumpulkan sampah plastik yang ada di sekitar untuk di bawa ke sekolah dan di olah menjadi keterampilan ecobrik, yaitu sampah plastik yang telah di cuci bersih, lalu di keringkan dan dimasukkan ke botol plastik bekas kemudian di padatkan. Ecobrik dapat digunakan untuk menghias halaman sekolah.
    Saat yuda dan teman nya bermain di pantai mereka menemukan banyak sampah plastik, mereka pun kepikiran untuk mengolah nya mrnjadi ecobrik, kemudian di berikan kepada ibu guru untuk menghias sekolah.

    Pesan moral: sampah plastik sangat sulit terurai, karena itu kita dapat mengolah nya menjadi berbagai jenis kerajinan.
    Kita harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dan sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan.
    Sampah yang menumpuk akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar dan kesehatan.

    BalasHapus
  5. Yudha dan Dinar menemukan banyak sampah plastik di Pantai Delod Berawah. Mereka teringat pelajaran Bu Guru di sekolah tentang membuat ecobrik dari botol plastik & plastik bekas.
    Peaan moral : Kita dapat membuat barang bekas menjadi haail yang berguna, dan kita bisa andalkan kerjasama dalam hal apapun agar semua usaha menjadi lebih mdah dan cepat🙏

    BalasHapus
  6. Ringkasan Cerita: Botol Sakti

    Pada hari Jumat pagi, murid-murid SD Negeri Delod Berawah berjalan santai sambil mengumpulkan sampah plastik. Yudha bertanya ke mana sampah itu akan dibuang. Bu Guru meminta mereka membersihkan, mencuci, dan menjemur sampah tersebut, lalu menjelaskan bahwa sampah plastik yang sulit terurai dapat dimanfaatkan menjadi ecobrick — botol bekas yang diisi padat dengan plastik bersih dan kering.

    Sore harinya, Yudha dan Dinar bermain bola di Pantai Delod Berawah dan menemukan banyak sampah plastik berserakan. Mengingat pelajaran tadi pagi, mereka mengajak teman-teman mencuci, menjemur, lalu membuat ecobrick bersama-sama.

    Pada hari Senin, mereka menyerahkan hasil ecobrick kepada Bu Guru. Bu Guru sangat bangga. Bersama-sama, ecobrick digunakan untuk menghias taman sekolah sehingga menjadi indah dan rapi.

    Cerita ini mengajarkan bahwa sampah plastik yang tidak berguna dapat diubah menjadi benda bermanfaat demi menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan.

    BalasHapus
  7. Iputu Deva AGASTYA SUPUTRA
    Kelas 5
    Pesan moral: sampah plastik sangat sulit terurai, karena itu kita dapat mengolah nya menjadi berbagai jenis kerajinan.
    Kita harus tetap menjaga kebersihan lingkungan dan sekitar untuk tidak membuang sampah sembarangan.
    Sampah yang menumpuk akan berdampak buruk bagi lingkungan sekitar dan kesehatan.

    BalasHapus
  8. di suatu hari anak anak SD delodbrawah di suruh membawa karung untuk memungut sampah di pantai.dinar berkata.bu untuk apa kita memungut sampah plastik.kalau sudah penuh kita buang nya dimana.bu guru berkata . setelah sampah terkumpul kita akan berkumpul di halaman sekolah.lalu mereka kembali ke sekolah.bu kita apakan apa sampah ini bu guru berkata kita terlebih dahulu mencuci sampah plastik tersebut dan kita jemur sampai kering kita masukan kedalam botol lalu kita tekan sampai padat dan jadi.nama nya adalah ecobrick bel pulang pun berbunyi semua murid bergegas pulang.yudha dan dinar berkata nanti habis ini kita main bola di pantai.dinar dan yudha bermain dengan gembira mereka melihat sampah plastik yang berserakan mereka ber ini siatif untuk membuat ecobrick.di hari Senin mereka mengasih ecobrick kepada bu guru bu guru sangat bangga kepada murid nya.mereka menghias taman di sekolah bersama sama.pesan moral.kita harus mekerja sama akan kaya lingkungan

    BalasHapus
  9. Pada hari Jumat, Yudha dan teman-temannya melakukan kegiatan jalan santai sambil memungut sampah plastik. Setelah sampai di sekolah, Bu Guru mengajarkan mereka cara mengolah sampah plastik menjadi ecobrick, yaitu botol bekas yang diisi dengan plastik bersih dan kering hingga padat.

    Sore harinya, Yudha dan Dinar bermain di Pantai Delod Berawah. Mereka melihat banyak sampah plastik berserakan di pantai. Mereka kemudian mengajak teman-temannya membersihkan sampah tersebut dan mengolahnya menjadi ecobrick seperti yang diajarkan Bu Guru.

    Pada hari Senin, mereka menunjukkan hasil ecobrick kepada Bu Guru. Bu Guru merasa bangga dan bersama-sama mereka menggunakan ecobrick untuk menghias taman sekolah. Taman sekolah pun menjadi lebih indah dan rapi.

    Pesan moral: Kita harus menjaga kebersihan lingkungan dan memanfaatkan sampah plastik menjadi sesuatu yang berguna.

    BalasHapus
  10. Pada suatu hari di Jumat pagi siswa SD negeri Delod Berawah melakukan kegiatan jalan santai, sembari mereka berjalan mereka membawa kantong plastik untuk memungut sampai plastik yang berserakan. Yudha berkata kepada ibu guru "Bu sampah plastik yang sudah kita kumpulkan untuk apa?" "Sampah yang kita kumpulkan akan kita peroleh menjadi ecobrick, setelah sampah di sekolah ibu akan mengajarkan cara pembuatan ecobrick" "baik Bu" kata Yudha. Setelah sampah yang terkumpul cukup banyak mereka kembali ke sekolah. Sesampainya mereka di sekolah ibu guru menyuruh para siswa untuk membersihkan sampah plastik terlebih dahulu lalu di keringkan setelah kering potong lah setiap bagian menjadi kecil dan masukkan sampah plastik itu ke dalam botol yang sudah di siapkan.
    Pada hari Senin, para siswa menunjukkan hasil ecobrick yang mereka buat. Bu guru mereka bangga dengan hasil ecobrick mereka yang indah dan berwarna. Mereka menghiasi Taman di sekitar lingkungan dengan ecobrick yang mereka buat. Taman terasa jauh lebih indah karena adanya kerja keras siswa hebat Sadewa.

    Pesan penting : jagalah kebersihan lingkungan dan hiasan yang kita buat tak selalu mahal, sampah plastik bisa jadi salah satu bahan utama dari indahnya lingkungan sekitar dengan cara memanfaatkan nya.

    BalasHapus