MENGENAL KESENIAN JEGOG KHAS JEMBRANA
Apa itu Jegog?
Gamelan Jegog merupakan salah satu jenis gamelan yang menjadi ciri khas kabupaten Jembrana (Sukerna, 2003:1). Gamelan ini awalnya merupakan gamelan bilah dimana bilah tersebut terbuat dari kayu Bayur/Panggal Buaya dengan resonator bambu yang terdapat dan tumbuh subur di sebagian besar wilayah Jembrana. Namun karena langkanya bahan baku kayu tersebut, pada perkembangan selanjutnya bilah tersebut digantikan dengan hanya memakai bambu saja. Terjadinya perubahan ini ternyata secara musikal menghasilkan kualitas suara yang lebih nyaring dan menghasilkan suara yang menggema.
Secara aklamasi masyarakat Jembrana khususnya di kalangan seniman menunjuk bahwa yang menciptakan gamelan ini adalah I Wayan Geliguh atau Kiyang Geliduh pada tahun 1912. Ia adalah seorang seniman yang berasal dari Banjar Sebual, Desa Dangin Tukad Aya, Kecamatan Negara, Jembrana. Sebagai produk budaya asli masyarakat Jembrana, gamelan ini memiliki fungsi yang sangat beragam. Awalnya gamelan ini dipergunakan sebagai media komunikasi untuk memanggil warga masyarakat desa agar berkumpul guna melakukan kegiatan nyucuk yakni kerja bakti membuat atap rumah dari ijuk. Pada perkembangan berikutnya, gamelan ini dipergunakan untuk mengiringi tari pencak silat, suatu atraksi yang diadakan pada waktu istirahat atau setelah selesai nyucuk.
Berdasarkan uraian tersebut dapat disimpulkan bahwa gamelan ini memiliki fungsi sosial yang kemudian berkembang berfungsi sebagai hiburan atau seni tontonan. Sebagai salah satu tontonan yang sangat menarik gamelan Jegog sering dikompetisikan dengan dihadap-hadapkan (mebarung) antara satu sekaa dengan sekaa yang lainnya yang mana event ini disebut dengan Jegog Mebarung.
Jenis Alat Musik dalam Kesenian Jegog
Semua alat musik Jegog dibuat dari bambu petung. Dibandingkan dengan alat musik bambu lainnya di Bali, alat musik Jegog memiliki ukuran yang lebih besar. Oleh karena itu, suara yang dihasilkan terdengar keras, nyaring, dan bergema. Dalam satu kelompok Jegog terdapat beberapa jenis alat musik. Setiap alat musik memiliki ukuran, bunyi, dan tugas yang berbeda. Semua alat musik dimainkan bersama-sama sehingga menghasilkan musik yang indah dan harmonis. Selain alat musik bambu, pertunjukan Jegog juga sering dilengkapi dengan kendang, ceng-ceng, dan suling agar irama musik terdengar lebih lengkap dan menarik.
Semua alat musik Jegog dimainkan dengan cara dipukul menggunakan dua buah panggul, yaitu alat pemukul khusus yang dipegang dengan tangan kanan dan tangan kiri.
1. Jegogan
Jegogan adalah alat musik yang paling besar dalam kelompok Jegog. Bunyinya paling rendah dan menjadi dasar lagu. Jegogan dimainkan oleh dua orang pemain yang memukul bambu secara bergantian sehingga menghasilkan irama yang kuat dan kompak.
2. Undir
Undir berukuran lebih kecil daripada Jegogan. Alat musik ini dimainkan oleh dua orang pemain menggunakan panggul berkepala karet. Undir berfungsi mengiringi lagu dan membuat alunan musik menjadi lebih indah.
3. Celuluk atau Kuntung
Celuluk atau Kuntung juga dimainkan oleh dua orang pemain. Alat musik ini menggunakan panggul yang terbuat dari kayu. Bunyinya membantu memperjelas melodi sehingga lagu terdengar lebih merdu.
4. Barangan
Barangan terdiri atas tiga alat musik yang dimainkan oleh tiga orang pemain. Penabuh yang berada di tengah disebut patus. Patus bertugas memberi aba-aba kepada pemain lain agar semua dapat bermain dengan kompak dan iramanya tetap sama.
5. Kancilan (Kantil)
Kancilan juga terdiri atas tiga alat musik yang dimainkan oleh tiga orang. Bunyinya lebih tinggi daripada Barangan. Alat musik ini membuat permainan Jegog terdengar lebih ramai dan semakin indah.
6. Suwir
Suwir adalah alat musik yang paling kecil dalam kelompok Jegog. Walaupun ukurannya kecil, bunyinya paling tinggi. Suwir dimainkan oleh tiga orang pemain dan berfungsi melengkapi melodi sehingga pertunjukan Jegog menjadi lebih hidup.
Tahukah Kamu?Dalam satu kelompok Jegog terdapat 14 alat musik bambu utama, yaitu 1 Jegogan, 2 Undir, 2 Celuluk/Kuntung, 3 Barangan, 3 Kancilan, dan 3 Suwir. Semua alat musik tersebut dimainkan secara bersama-sama sehingga menghasilkan alunan musik khas Jembrana yang merdu, kuat, dan harmonis.
Sumber:
Sukerna, I N. (2003). Gamelan Jegog Bali. Semarang: Intra Pustaka Utama
Posting Komentar untuk "MENGENAL KESENIAN JEGOG KHAS JEMBRANA"