LAWAR KLUNGAH, MAKANAN KHAS JEMBRANA
Lawar merupakan salah satu kuliner khas Bali yang terbuat dari campuran beberapa jenis sayuran yang diolah sedemikian rupa dengan bumbu tradisional. Ada beberapa jenis lawar yakni lawar putih (tanpa dicampur darah), lawar merah (dicampur darah segar), lawar daun blimbing, dan masih banyak jenis lawar yang lainnya. Namun, di Jembrana ada lawar unik yaitu Lawar Klungah.
Apa itu Lawar Klungah?
Lawar klungah merupakan salah satu kuliner khas Jembrana yang unik sekaligus sarat makna. Sesuai dengan namanya, hidangan ini berbahan dasar kelapa muda (klungah) yang dipadukan dengan basa genep, bumbu lengkap khas Bali yang kaya akan rempah. Tekstur lembut klungah yang berpadu dengan aroma serta cita rasa rempah menjadikan lawar ini lebih dari sekadar makanan, melainkan cerminan tradisi kuliner yang hidup dan diwariskan lintas generasi, khususnya di Kabupaten Jembrana.
Seperti halnya berbagai jenis lawar di Bali, lawar klungah juga memiliki peran penting dalam kehidupan masyarakat. Hidangan ini kerap hadir pada hari raya besar seperti Galungan, Kuningan, hingga Nyepi, serta berbagai upacara adat. Lawar tidak hanya dipandang sebagai makanan, tetapi juga simbol kebersamaan, ketika keluarga besar maupun masyarakat desa berkumpul untuk memasak dan menikmatinya bersama.
Gambar 02. Klungah (Kelapa Muda)
Cara Membuat Lawar Klungah
Lawar klungah dibuat melalui beberapa tahapan yang sederhana. Pertama, klungah dipilih yang masih segar. Setelah itu, klungah dibelah dan daging kelapanya dikeruk atau diserut hingga tipis.
Gambar 03. Klungah Dibelah menjadi Beberapa Bagian
Selanjutnya, daging klungah direbus dengan air hingga matang. Kemudian dipotong kecil-kecil kemudian dicampur dengan beberapa daging ayam cincang. Campuran lainnya yang biasa diisi yakni kacang panjang yang sudah direbus lalu dipotong kecil-kecil atau dapat juga diganti dengan biji kacang panjang yang sudah direbus. Untuk bumbunya sama seperti bumbu lawar pada umumnya yakni basa genep (bumbu lengkap ala Bali). Bumbu lengkap, kacang panjang, dan daging klungah yang sudah dipotong kecil-kecil dicampur hingga merata. Lawar Klungah sudah siap dihidangkan.
Gambar 04. Klungah setelah Dicincang
Dalam kuliner Bali, basa genep adalah jiwa dari hampir semua masakan. Bumbu ini terdiri dari kunyit, jahe, kencur, lengkuas, bawang merah, bawang putih, ketumbar, merica hitam, kemiri, cabai, terasi, dan serai. Semua bahan tersebut diulek hingga halus, lalu ditumis untuk menghasilkan aroma kuat yang khas “Bali banget.” Dalam lawar klungah, basa genep tidak hanya memberikan rasa gurih pedas yang menggugah selera, tetapi juga memperkuat identitas kuliner Bali Barat. Proses pembuatannya bersama keluarga atau krama saat upacara adat juga menjadi wujud nyata kebersamaan.
Gambar 05. Basa Genep
Beberapa bahan utama yang biasa digunakan seperti:
- Bawang Merah
- Bawang Putih
- Cabai
- Garam
- Terasi
- Basa Genep
- Kelapa Parut
- Ramas (daging ayam cincang)
- Kulit Limau
Setiap bahan memiliki peran penting, mulai dari bawang dan cabai yang memberi aroma serta rasa pedas, terasi dan garam yang menambah gurih, hingga kelapa parut dan kulit limau yang menghadirkan tekstur serta kesegaran. Ramas berfungsi memperkaya rasa sekaligus menambah kandungan gizi pada lawar klungah.
Gambar 07. Proses Pembuatan Kalas
Kalas dibuat dari campuran kelapa parut, ramas, bawang goreng, cabai, dan basa genep. Semua bahan dicampur dalam satu wadah, lalu diaduk dengan tangan hingga rata. Kalas inilah yang nantinya dicampurkan dengan klungah untuk menghasilkan rasa khas lawar.
Langkah-langkah tradisional pembuatan lawar klungah adalah sebagai berikut:
- Ambil bagian dalam kelapa muda setelah daging degan dipisahkan.
- Rebus hingga berwarna kuning kecoklatan, kemudian cincang halus.
- Peras klungah agar kandungan airnya berkurang dan rasa pahit hilang.
- Siapkan basa genep yang sudah ditumis.
- Tambahkan bawang goreng krispi, cabai goreng, daun limau iris tipis.
- Campurkan bawang goreng, cabai, kelapa parut, ramas, serta basa genep, aduk rata dengan tangan.
- Semua bahan ini akan memperkaya rasa lawar klungah.
- Masukkan klungah, dan kalas, kedalam satu tempat.
- Aduk Kembali dengan tangan agar bumbu meresap sempurna.
- Terakhir, taburkan bawang goreng di atasnya.
Hasil akhirnya adalah lawar klungah dengan cita rasa gurih, pedas, serta aroma rempah yang khas. Lebih dari sekadar hidangan, lawar klungah memiliki nilai sosial dan budaya yang kuat. Proses memasaknya sering dilakukan bersama-sama saat upacara adat atau hari raya, menjadikannya simbol persaudaraan dan kebersamaan. Kehadiran lawar klungah mempererat hubungan keluarga besar sekaligus mengikat tradisi masyarakat Bali.
Lawar klungah Jembrana adalah wujud nyata kekayaan kuliner Bali yang lahir dari perpaduan alam dan budaya. Dengan kelapa muda sebagai bahan utama dan basa genep sebagai jiwanya, lawar klungah menghadirkan cita rasa unik sekaligus menyimpan filosofi kebersamaan.
Lebih dari sekadar hidangan, lawar klungah adalah warisan budaya yang patut dijaga. Menikmati lawar klungah berarti tidak hanya merasakan kelezatan kuliner Bali Barat, tetapi juga ikut merayakan tradisi yang hidup dalam setiap sendokannya.






Posting Komentar untuk "LAWAR KLUNGAH, MAKANAN KHAS JEMBRANA"