BEDETAN KOCING KULINER KHAS JEMBRANA

Sebagai salah satu daerah penghasil ikan terbesar di Bali, Kabupaten Jembrana memiliki berbagai jenis olahan makanan berbahan dasar ikan. Salah satunya olahan ikan yang terkenal yaitu Bedetan KocingBedetan sendiri merupakan olahan ikan yang dikeringkan. Banyak juga masyarakat menyebutnya dengan pedetan. Bedetan menjadi salah satu oleh-oleh khas Jembrana.

Gambar 01. Bedetan Kocing Khas Jembrana

Asal Usul Bedetan di Jembrana

Nama Bedetan diambil dari teknik pengolahannya yang disebut membedet. Dalam bahasa lokal, membedet merujuk pada proses membelah ikan menjadi lembaran tipis tanpa memutus bagian punggungnya, sehingga ikan melebar sempurna. Teknik ini lahir dari kebutuhan para istri nelayan di Desa Perancak untuk mengawetkan hasil tangkapan suami mereka saat musim panen ikan tiba. Sebelum teknologi pendingin atau freezer dikenal luas, pengeringan dengan bantuan sinar matahari dan garam adalah cara paling efektif untuk memastikan protein laut tersebut tidak terbuang sia-sia.

Desa Perancak sendiri merupakan sebuah wilayah pesisir yang dikelilingi oleh muara sungai dan laut lepas, menjadikannya pusat aktivitas perikanan utama di Jembrana. Seiring berjalannya waktu, bedetan ini menjadi komoditas kuliner yang dicari banyak orang. Bedetan Perancak kini telah bertransformasi dari sekadar bekal melaut menjadi oleh-oleh premium yang merepresentasikan identitas kuliner Bali Barat.

Keaslian rasa yang dipertahankan selama puluhan tahun membuat hidangan ini memiliki tempat spesial di hati para pecinta kuliner tradisional.

Proses Pembuatan Bedetan

Kualitas dari Bedetan sangat bergantung pada kesegaran bahan bakunya. Ikan yang paling umum digunakan adalah jenis ikan kocing (lemuru) yang baru saja turun dari kapal nelayan. Dalam proses pembuatan ikan Bedetan ini memakan waktu selama 3 hari, jika proses penjemuran dilakukan secara manual.

Tahap awal pembuatan bedetan diawali dengan memotong kepala ikan, kemudian memberishkan isi perut dan sisiknya. Setelah itu dipilet kemudian dicuci dengan bersih. Setelah ikan bersih, lalu direndam cuka dapur secukupnya selama semalam. Kegiatan ini bertujuan untuk menghilangkan aroma amis yang menyengat, mengurangi kadar garam yang berlebih akibat proses pengasinan, dan membantu mengawetkan secara alami dengan menciptakan lingkungan asam yang menghambat pertumbuhan bakteri. 

Kesokan harinya kembali dibersihkan dan diberikan bumbu rempah dan tahap akhir yakni di jemur. Ikan-ikan tersebut ditata di atas ancak atau anyaman bambu berukuran besar. Proses penjemuran dilakukan di bawah terik matahari langsung selama satu hingga dua hari, tergantung pada cuaca. Untuk mengkonsumsinya, pedetan harus diolah lebih lanjut. Variasi olahan pedetan dapat berbentuk goreng, tumis, sambal, pindang, dan sebagainya.

Gambar 02. Proses Penjemuran Bedetan Kocing di Perancak

Posting Komentar untuk "BEDETAN KOCING KULINER KHAS JEMBRANA"